IQ Notes

IQ NOTES

Explore Our IQ Notes

IQ DEVPRO® Notes section provides insights on current issues and trends affecting society. Our expert analysis and commentary offer valuable perspectives on various topics, helping you stay informed and engaged with the latest developments. Explore our thought-provoking notes and stay ahead in a rapidly changing world.

Take time to do what makes you happy!

Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat menyebutkan bahwa setiap manusia memiliki hak yang tidak dapat dicabut, yaitu hak atas hidup, merdeka, dan mengejar kebahagiaan (Rights of life, liberty, and the pursuit of happiness). Mengapa Thomas Jefferson memilih menambahkan kata “pursuit” di depan “happiness”—kenapa tidak langsung saja mengatakan bahwa kita memiliki hak untuk hidup, merdeka, dan bahagia? Apakah mungkin Jefferson juga sadar bahwa kebahagiaan hanyalah sesuatu yang dapat dikejar, tanpa pernah benar-benar dapat kita miliki sepenuhnya?

Read More »

Wake Me Up When ‘my suicidal’ Ends

Pada 2009, kurang lebih 15 tahun yang lalu, saya menulis sebuah artikel dalam catatan daring saya melalui blog yang saya miliki. Tulisan itu ditulis saat saya dalam kondisi lelah akan segala sesuatu yang harus saya hadapi, dan saya memberikan judul artikel tersebut ‘Suicide’, yang paragraf pertamanya merupakan ‘clickbait’ dengan menceritakan cara paling efektif untuk mengakhiri hidup.

Read More »

You Don’t Waste Good

Leroy Jethro Gibbs, seorang tokoh sentral dalam serial televisi NCIS (Naval Criminal Investigative Service), dikenal dengan aturan-aturannya yang tak tertulis namun sangat mendalam. Salah satu aturan yang paling menonjol adalah Rule No. 5: “You Don’t Waste Good.” Aturan ini menjelaskan bahwa ketika kita memiliki sesuatu yang baik, hal tersebut tidak boleh disia-siakan—harus dijaga dan dipertahankan dengan sebaik-baiknya. Serial ini cukup lama menghipnotis saya dengan bagaimana hubungan antara tokoh di dunia pekerjaan yang memiliki tuntutan profesional tinggi, terlepas dari budaya kekeluargaan yang juga kuat di dalamnya.

Read More »

LDR

Hubungan Jarak Jauh, yang lebih dikenal dengan LDR (Long Distance Relationship), sering kali dianggap sebagai ujian cinta sejati. Sebuah ujian di mana jarak menjadi tantangan yang harus dilalui untuk membuktikan kekuatan hubungan dan rasa cinta yang dimiliki. Tak sedikit yang berhasil melewatinya, meskipun lebih banyak yang berguguran di tengah jalan. Kata mereka: “Yang penting itu komunikasi”, meskipun jarak memisahkan, tetapi di era teknologi komunikasi yang terus berkembang, baik melalui layanan pesan singkat maupun video call, apakah komunikasi masih menjadi masalah utama?

Read More »

Garam Inggris

Inggris, sebuah negara yang terkenal dengan kejayaannya, telah mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai salah satu kekuatan terbesar di dunia. Sebuah kerajaan yang tak pernah merasakan pahitnya dijajah, tetapi justru banyak meninggalkan jejak penjajahannya di berbagai belahan dunia. Dengan segala kehebatannya, Inggris berkembang menjadi salah satu negara maju di dunia. Dalam anekdot yang saya buat sendiri ketika mendapatkan kesempatan berkunjung ke sana beberapa tahun silam, saking majunya negara Inggris, bahkan petugas parkir dan pemulung sampahnya di sana pun adalah bule, menggambarkan betapa tingginya tingkat kemakmuran dan kesetaraan di negeri itu. Pantas harga-harga juga lebih mahal di sana hehehe.

Read More »

Provokasi Positif

Apa yang Anda pikirkan ketika Anda membaca ataupun mendengar kata “provokasi”? Tunggu-tunggu, tenang. Tulisan ini tidak terkait dengan fenomena politik dalam negeri ataupun lintas negara yang terjadi akhir-akhir ini. Tidak terkait juga dengan demonstrasi-demonstrasi yang mungkin sedang berjalan dalam memperjuangkan apa yang menjadi keyakinan para demonstran. Tulisan ini membahas hal lain, yang walaupun masing-masing kata ini sering disebutkan dalam keseharian, tetapi secara penggunaan kalimat, jarang disebutkan secara bersamaan dalam menjadi suatu konteks tunggal, yakni “PROVOKASI POSITIF”.

Read More »
a person pushing a cart full of food

Ada Malas Ada Harga

Ada Barang Ada Harga, suatu istilah yang pastinya cukup sering kita dengar setiap harinya dalam kita menjalani kehidupan kita. Istilah singkat dan sederhana yang sejatinya cukup ambigu jika berusaha dimengerti menurut kaidah Bahasa yang disempurnakan. Barang Apa? Harga Apa? Tapi, mengingat istilah ini sudah cukup lama kita dengar, beberapa dari kita mungkin tidak menganggap hal ini sebagai istilah, hanya kosakata biasa aja yang secara tidak langsung bisa diartikan: Jika kita menginginkan suatu barang yang berkualitas bagus, tentunya harus ada harga yang cukup mahal untuk diinvestasikan.

Read More »
man sitting on cliff

Mantra

Beberapa tahun terakhir ini, pada masa tertentu setiap tahunnya, seringkali saya mendapatkan masalah yang cukup berat untuk dijalani, baik dari segi jasmani maupun rohani. Beberapa hal yang entah saya sadari atau tidak, telah membuat saya menjadi diri saya saat ini, dengan segala kelebihan ataupun kekurangan saya. Dan, tidaklah mudah, setidaknya bagi diri saya sendiri menghadapi permasalahan tersebut, terutama ketika permasalahan tersebut bertubi-tubi datangnya, tanpa saya sempat menyiapkan diri, pikiran maupun tenaga, ataupun beristirahat barang sejenak dari masalah sebelumnya.

Read More »

Kebenaran

Tan Hana Dharma Mangrwa. Tiada kebenaran yang bermuka dua. Kalimat diatas diambil dari petikan buku sutasoma karangan Empu Tantular, dimana kalimat pertamanya saya yakin pasti lebih anda kenal, Bhinneka Tunggal Ika. Ya, “Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa” adalah kalimat lengkapnya, yang jika diartikan kurang lebih sebagai berikut: “Biarpun berbeda-beda tetapi satu jua, (karena) tiada kebenaran yang bermuka dua”. Kalimat ini pula yang dijadikan sebagai semboyan dari Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), entah mengapa, saya belum sempat mendapatkan jawabannya.

Read More »
heart illustration

Human Heart

Pernahkah anda memikirkan kenapa CINTA/LOVE selalu dilambangkan dalam bentuk HEART? (yang dalam bahasa inggris “heart” disini diterjemahkan sebagai jantung sebenarnya, bukan “hati”, karena hati lebih cocok diterjemahkan sebagai “liver”). Well, saya akan coba berikan pandangan sebagai berikut: Jantung, sebagaimana anda ketahui kalau anda dulu mengikuti pelajaran biologi SMP dengan baik dan benar, terdiri dari 4 (empat) bagian (chamber), yakni: serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri. Selain itu, jantung itu sendiri juga merupakan sumber utama kehidupan kita (perhatikan kasus ketika orang bisa koma pada otaknya, mereka akan masih bisa hidup, tapi tanpa jantung yang berdenyut bisa dipastikan orang tersebut akan mendapatkan titel baru yakni ALM.)

Read More »
silhouette photo of man on cliff during sunset

Memahami dan Menjalani Hidup

Mencoba memahami dan ataupun menjalani kehidupan tidaklah pernah mudah. Puluhan filsuf sejak dahulu mencoba memahaminya dengan cara memberikan definisi mengenai arti kehidupan dalam bermacam cara yang mereka bisa ungkapkan. Mungkin sama, mungkin juga berbeda. Dan tidak hanya para filsuf, saya yakin masing-masing dari Anda juga memiliki pandangan-pandangan yang berbeda dalam mendefinisikan pengertian tentang hidup. Perbedaan-perbedaan tersebut sebenarnya (kalau boleh saya katakan), tidak ada yang salah. Semuanya bisa jadi benar, dan bisa jadi juga, kesemuanya saling berbeda dan bahkan bertolak belakang 180 derajat. Kenapa bisa begitu? Jawabannya adalah karena (sayangnya) pendefinisian kita ataupun filsuf-filsuf tersebut tentang arti kehidupan ini sangat subjektif bukannya objektif.

Read More »

Logika vs Perasaan

Kalau anda pernah membaca buku-buku yang membandingkan psikologi pria dan wanita, seperti: Man are from Mars, Woman are from Venus atau Why Man don’t listen and woman cant read maps, anda akan kurang lebih bisa menyimpulkan dari buku-buku itu, bahwa salah satu hal mendasar yang menengarai perbedaan pria dengan wanita adalah penggunaan logika dan perasaan dalam setiap hal yang mereka alami. Mostly (saya katakan mostly, daripada anda mendebat dan membuktikan saya salah), pria akan lebih sering berfikir dan bertindak dengan menggunakan logika yang ada, fakta-fakta yang ada dan jelas, serta mempertimbangkan semua kemungkinan-kemungkinan yang bisa muncul. Wanita sebaliknya, perasaan lebih diutamakan, kebenaran dan norma hakiki yang ada bisa jadi lebih dipilih dan mengesampingkan logika yang mungkin terbaik untuk dilaksanakan.

Read More »

Does our insight spark your curiosity or provoke your thoughts?